Prosedur Operasi Bedah Mulut

Bedah mulut yakni suatu tindakan bedah untuk mengobati kelainan rongga mulut. Lewat prosedur ini, kelainan yang terjadi pada rahang, bagus rahang atas ataupun rahang bawah, juga dapat tertangani. Selain itu, bedah mulut juga dapat menangani kelainan yang terjadi pada gigi dan gusi.

Pasien bedah mulut pertama kali akan diminta untuk mengganti bajunya dengan baju khusus operasi. Sesudah itu, pasien akan ditempatkan di meja operasi dengan posisi cocok kebutuhan tindakan. Pasien kemudian akan diberikan obat bius, bagus obat bius lokal atau sempurna, dan dapat ditambah penenang seandainya diperlukan.

Operasi bedah mulut implan gigi dan gigi bungsu akan dimulai dengan pembuatan irisan (insisi) pada gusi untuk membuka jaringan gusi dan tulang rahang. Pasien yang menjalani operasi gigi bungsu akan menjalani pembuangan tulang rahang yang menghalangi tempat gigi bungsu supaya pelaksanaan pencabutan gigi bungsu lebih mudah. Dokter kemudian akan memotong gigi bungsu menjadi sebagian bagian dan membuang gigi bungsu dari gusi. Bagian gusi yang sebelumnya ditempati gigi bungsu akan dibersihkan untuk mencegah infeksi dan membuang pecahan gigi dan tulang rahang yang masih ada. Gusi tersebut kemudian dijahit dengan mengaplikasikan benang jahit yang dapat menyatu dengan gusi. Seandainya diperlukan, dokter akan memasang perban pada gusi untuk membantu menghentikan perdarahan dan membantu pemulihan gusi.

Berbeda dengan operasi bedah mulut gigi bungsu yang umumnya berlangsung dalam satu hari, operasi implan gigi umumnya berlangsung sebagian kali dan pada hari yang berbeda-beda. Langkah pertama yakni mencabut akar gigi dari gusi untuk memberikan ruang pemasangan implan gigi pada tulang rahang. Sesudah itu, implan gigi akan dipasang pada tulang rahang tersebut yang dapat dimulai dengan cangkok tulang rahang atau tak.

Seandainya bedah mulut implan gigi telah menyatu dengan tulang rahang via pelaksanaan osseointegration, implan yang telah tertanam akan dipasangi abutment sebagai penghubung antara implan gigi dengan mahkota gigi palsu. Mahkota gigi kemudian akan dipasang pada abutment sebagai langkah terakhir pemasangan implan gigi. Jeda waktu antara satu tahap dengan tahapan lainnya pada pemasangan implan gigi dapat berlangsung selama sebagian pekan sampai sebagian bulan, sebab setiap tahapan sepatutnya via fase pemulihan terpenting dulu sebelum berlanjut ke tahapan selanjutnya. Oleh sebab itu, pasien yang akan menjalani operasi implan gigi sepatutnya memiliki janji untuk menjalani pelaksanaan pemasangan implan selama sebagian bulan lamanya.

Operasi bedah mulut rahang dimulai dengan membikin irisan di sekitar bagian tulang yang akan dikoreksi. Irisan umumnya dijadikan di bagian dalam mulut, tetapi irisan juga dapat dijadikan di bagian luar mulut seandainya diperlukan. Sesudah irisan dijadikan, dokter akan melaksanakan rekonstruksi tulang rahang cocok kebutuhan, bagus tulang rahang atas, tulang rahang bawah, ataupun tulang dagu. Rekonstruksi dapat berupa pemotongan atau penambahan tulang. Seandainya diperlukan penambahan tulang, pasien akan menjalani cangkok tulang yang dapat diambil dari tulang paha, tulang pinggul, atau tulang iga. Tulang yang telah dibentuk ulang via pemotongan atau penambahan, akan dijaga supaya tulang yang telah diperbaikii konsisten berada pada posisi tersebut, dokter akan menyambungnya dengan bantuan pelat tulang, baut, lem, atau kawat. Alat tolong penyambung tulang yang diaplikasikan akan menyatu dengan tulang sehingga tak diperlukan operasi untuk mengambil alat tersebut.

Sesudah operasi bedah mulut selesai dikerjakan, pasien akan dibawa ke ruang khusus untuk menjalani pemulihan. Umumnya, pasien yang menjalani operasi gigi bungsu dan implan gigi diizinkan untuk pulang setelah prosedur selesai. Namun seandainya diperlukan, pasien akan diminta beristirahat terpenting dulu untuk menjalani pemulihan. Pasien yang menjalani operasi rahang akan dibawa ke ruang pemulihan sebelum diizinkan untuk pulang. Seandainya perlu, pasien dapat menjalani rawat inap sebelum kemudian menjalani rawat jalan.